Wednesday, 6 January 2016

lapak strategis untuk berjualan makanan

Dekat tempat wisata


lapak strategis jualan makanan

Jika memiliki lapak yang berada dekat tempat wisata, karena jelas dari tarif harga makanan yang dijual dekat tempat wisata memiliki selisih harga yang jauh berbeda dengan lapak-lapak yang ada dipingir jalan pada umumnya.

Kantin sekolah
lapak strategis jualan makanan

Berbeda dengan tempat wisata, jika yang satu ini adalah berada di dalam sekolah sudah jelas incarannya yaitu siswa maupun siswi. pada kantin sekolah Anda dapat berjualan makanan seperti nasi uduk, nasi goreng dan makanan ringan lainnya.

Pasar tradisional
lapak strategis jualan makanan

Lapak strategis terakhir yang sangat pas untuk berjualan makanan yaitu dekat wilayah pasar tradisional, karena dengan Anda memilih tempat seperti ini maka peluang makanan yang akan terjual semakin besar, pasalnya setiap pasar sangat padat akan pengunjung yang mondar mandir dan sudah pasti bahwa tidak semua yang jualan dipasar berjualan makanan. jadi kesempatan Anda mendapatkan pelanggan dari tetanga yang jenis usahanya berbeda semakin tinggi.

Setelah diperhatikan dari jenis lapak strategis yang sudah disebutkan sudah jelas masing-masing memiliki nilai jual dan nilai sewa yang berbeda-beda, pilihlah yang sesuai dengan kriteria jenis makanan yang Anda jual.

Sumber : Bisnis Variant

Monday, 16 November 2015

PT Ramayana Targetkan 8 Triliun


Trading Online Saham dan Forex | PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk. menargetkan pendapatan pada 2016 mencapai Rp8,1 triliun.  Direktur Keuangan Ramayana Lestari Sentosa (RALS) Suryanto mengatakan setelah memangkas target pendapatan pada tahun ini dari Rp8 triliun menjadi Rp7,8 triliun, tahun depan perseroan menargetkan pendapatan senilai Rp8,1 triliun. Adapun, profit diharapkan bisa tumbuh 10% dari perolehan akhir tahun ini.
“Salah satunya ditopang dari kontribusi bisnis SPAR,” kata Suryanto dalam paparan publik perseroan di Jakarta, Jumat (13/11/2015).
Sementara, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) senilai Rp300 miliar-Rp400 miliar. Rencananya, anggaran belanja modal tersebut akan digunakan untuk konversi toko Ramayanan atau Robinson ke SPAR.

Lantaran hanya mengubah tampilan dan mengganti merek, perseroan mengklaim nilai investasi per toko tidak besar. Biaya renovasi yang dikeluarkan sebesar Rp3 juta-Rp5 per meter persegi.

Pada bulan September 2015, perseroan mencatatkan penjualan senilai Rp6,1 triliun atau sudah mencapai 78% dari target 2015 yang senilai Rp7,8 triliun. Perolehan pendapatan tersebut merosot 3,4% dibandingkan dengan pencapaian tahun lalu senilai Rp6,3 triliun.

Biaya operasional perseroan naik 1,4% menjadi Rp1,34 triliun dari Rp1,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Peningkatan biaya operasional ini disebabkan oleh naikknya biaya perbaikan, energi, dan upah karyawan.

Adapun, perseroan mencatatkan laba bersih senilai Rp302 miliar atau turun 10,4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Margin laba bersih mencapai 5% dari total penjualan bersih sembilan bulan pertama 2015.

Menurut Suryanto, menurunnya daya beli konsumen seiring dengan perlambatan ekonomi turut mempengaruhi kinerja RALS sepanjang sembilan bulan pertama ini.

Dia menilai, penurunan kinerja bukan hanya terjadi pada RALS, tetapi juga hampir di semua sektor. Diharapkan, pada kuartal IV tahn ini kondisi perseroan akan membaik.
“Bila saat ini penurunan pendapatan sekitar 3,4%, mungkin sampai akhir tahun penurunan sekitar 2%-2,5%. Jadi memang sulit untuk melampaui kinerja tahun lalu,” jelasnya.

Sunday, 15 November 2015

Kadin Papua Bantu Realisasi Investasi di 2016

Infrastruktur (ANT)
Trading Online Saham dan Forex | MANOKWARI, Kadin Papua Bantu Realisasi Investasi di 2016 - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Barat, yakin pihaknya mampu membantu pemerintah di daerah ini untuk meningkatkan realisasi investasi di 2016.

Ketua Kadin Provinsi Papua Barat, Yusup Sawai mengatakan, Kadin punya peran strategis untuk menjemput investor dari luar sebab jaringan kadin menjangkau pengusaha di seluruh Indonesia, bahkan mancanegara. Tahun ini, kata dia, peran Kadin belum maksimal, karena pengurusnya di Papua Barat, belum dikukuhkan.
"Setelah pengukuhan kemarin, ke depan, tentu kita akan meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah. Dalam waktu dekat, kita akan melaksanakan rapat kerja," kata Yusup sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu (15/11/2015).

Yusup menuturkan banyak anggota Kadin dari luar daerah siap masuk berinvestasi di Papua Barat, di antaranya, Anindya Bakrie, yang saat ini menjabat sebagai wakil ketua umum Kadin pusat.
"Kadin bertanggungjawab untuk melibatkan sumber daya manusia dalam perekonomian, tentu kita adalah mitra bagi pemerintah," kata dia lagi.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian, Badan Penanaman Modal dan Pusat Pelayanan Terpadu (BPMP2T) Provinsi Papua Barat, Johanis Birahy, mengatakan, realisasi investasi di daerah ini baru mencapai Rp1,3 triliun.

Hal ini belum sesuai dengan target investasi yang dipatok pemerintah provinsi Papua Barat pada tahun ini sebesar Rp4,5 triliun.
"Kita baru bisa memenuhi 31 persen, realisasi investasi itu terdiri dari penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri," kata Johanis. 

Penulis:MTVN